Banggalah anda memelihara kucing, anda memiliki predator terhebat di dunia

Siapa yang memelihara kucing? Ternyata, binatang yang lucu dan manja ini telah berbaur dengan kehidupan manusia sejak kira-kira 3.500 tahun lalu, sejak bangsa mesir menggunakan mereka untuk mengusir tikus atau hewan pengerat lainnya yang kerap merusak panen mereka. Nah, walau sering melihat kucing, masih banyak hal yang belum kita ketahui tentang hewan ini. Mari, kita mengenal mereka lebih dekat!

1. Karnivora Sempurna

Ada yang berani???

Kucing memiliki gigi yang bekerja efektif seperti gunting dan saluran pencernaan yang khusus. Hal tersebut menjadikannya sebagai karnivora sempurna. Tidak seperti beruang atau anjing yang terkadang melahap buah-buahan, akar-akaran, atau madu, kucing hanya mau memakan daging.

Tahukah anda, kalau kucing adalah hewan predator terhebat di dunia? Bahkan harimau dan singa pun kalah. Kucing dapat memangsa beberapa ribu spesies hewan dibandingkan jenis kucing besar lainnya yang hanya dapat memangsa kurang dari seratus. Namun karena ukurannya yang kecil, hewan predator ini menjadi tidak berbahaya sama sekali. Baca lebih lanjut

Hebat, Indonesia bisa Menciptakan Pesawat Tanpa Awak

Akhirnya Indonesia bisa menciptakan pesawat tanpa awak. Ini menunjukkan babak awal kemajuan putra bangsa dalam menguasai teknologi mutakhir.

Srinti, pesawat tanpa awak hasil ciptaan putera bangsa ini diperkenalkan pada R&D Ritech Expo 2010, Sabtu (21/08/2010). Srinti adalah pesawat kelima yang telah dibuat badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) karena sebelumnya telah ada pelatuk, wulung, gagak, dan alap-alap Seperti dilansir Kompas (21/08/2010).

Namun, walaupun sudah 5 pesawat tanpa awak yang diciptakan, baru Srinti yang akan diberdayagunakan oleh pemerintah. Pesawat tanpa awak ini rencanya akan digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Pada bulan November nanti untuk pengawasan zona laut terluar Indonesia. Hal ini  bertujuan agar tidak terjadi lagi penerobosan kapal-kapal asing.

Srinti berbahan bakar methanol seperti yang dipakai di pesawat aero modelling. Jarak pengendalian maksimum Srinti adalah 45 km. Pengendalian pesawat menggunakan Ground Control Station (GCS).

GCS terdiri dari remote control yang digunakan saat lepas landas dan mendarat. Saat di udara Srinti bergerak autonomus, sesuai titik-titik yang telah ditentukan di komputer. Pergerakan peswat ini menggunakan software Dynamic c# dengan prosesor Rabbit 4000 yang telah dikembangkan oleh tim BPPT.

Kita berharap semoga pesawat tanpa awak ini terus berkembang dan bisa dipersenjatai sehingga bisa dimanfaatkan maksimal oleh pemerintah tidak  hanya pada Kementrian Kelautan dan Perikanan tapi juga di militer dalam menjaga batas wilayah dan kedaulatan Indonesia sehingga Indonesia bisa disegani dan tidak di lecehkan terus menerus oleh Negara tetangga.

Dari berbagai sumber