NASA Temukan Bintang Pemakan Planet

Bintang kanibal yang melahap bintang kecil atau planet raksasa berhasil ditemukan astronom. Bintang ini berevolusi lebih dari matahari.

Bintang yang dikenal dengan nama BP Piscium itu berada di 1000 tahun cahaya dari bumi dan dikelilingi oleh piringan debu gas.

Keberadaannya terlihat dari Chandra X-ray Observatory, NASA. Penemuan itu memungkinkan astronom memiliki pemahaman baru bagaimana interaksi bintang dan planet saat bertambah usia.

Para astronom menilai bahwa BP Psc adalah bintang tua yang berada dalam fase yang disebut raksasa merah. Beberapa bintang kecil atau planet terdekat telah hancur. Baca lebih lanjut

Penemuan-penemuan yang tidak sengaja

1. Penisilin

Anda mungkin sudah mengenal Alexander Fleming, ilmuwan Skotlandia yang mengadakan penelitian terhadap bakteri yang dilemahkan, yang disebut staphylococci atau stafilokokus. Kejadian yang sebenarnya adalah ketika dia kembali dari liburan dalam 1928, ia menemukan salah satu cawan percobaannya telah ditumbuhi jamur, sehingga membuatnya kesal dan melemparkannya. Pada waktu itu ia belum menyadari bahwa kemudian bakteri stafilokokus tidak mampu hidup di lingkungan yang ditumbuhi jamur fungal.

Setelah Fleming meneliti kembali dan mendapatkan bahwa jamur bisa menghambat pertumbuhan bakteri, dia kemudian menerbitkan penemuannya tersebut namun tidak banyak mendapat perhatian. Kemudian di tahun 1945 setelah riset lebih lanjut dilakukan oleh beberapa para ilmuwan lain, maka baru diyakini bahwa penisilin bisa dihasilkan dalam skala industri, sehingga hal ini memberi jalan untuk pengobatan infeksi atau peradangan oleh bakteri hingga saat ini. Baca lebih lanjut

Ilmuwan Temukan Kawah Baru di Gurun Sudan

INILAH.COM, Jakarta-Ilmuwan menemukan kawah baru di Gurun Bayuda Sudan dengan menggunakan layanan pemetaan Google. Kawah itu memiliki karakteristik batuan basaltik dari gunung api kuno.

Seperti dikutip dari ABC, kejadian ini bisa dikukuhkan menjadi penemuan kedua menggunakan layanan pemetaan online populer itu dan bisa jadi menelurkan generasi baru pemburu kawah amatir menggunakan perangkat online.

Asisten profesor Amelia Sparvigna dari Politicnico di Toriino, Italia, telah menjelaskan detail penemuan itu di situs arXiv.org. Baca lebih lanjut