Ramalan dan Prediksi Mengerikan Tentang Indonesia

1. Ramalan Jaya Baya

Ramalan Jayabaya dalam periode Akhir tersebut cukup akurat dalam meramalkan bangkit dan runtuhnya kerajaan-kerajaan Jawa (Indonesia), naik-turunnya para Raja-raja dan Ratu-ratunya atau Pemimpinnya, yang terbagi dalam tiap seratus tahun sejarah, yaitu Kala-jangga (1401-1500 Masehi), Kala-sakti (1501-1600 M), Kala-jaya (1601-1700 M), Kala-bendu (1701-1800 M), Kala-suba (1801-1900 M), Kala-sumbaga (1901-2000), dan Kala-surasa (2001-2100 M).
Munculnya Presiden Sukarno sebagai Pemimpin Indonesia, Pendiri Republik Indonesia dalam periode Kala-sumbaga (1901-2000) diramalkan secara cukup akurat. Beliau digambarkan sebagai seorang Raja yang memakai kopiah warna hitam (kethu bengi), sudah tidak memiliki ayah (yatim) dan bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi).

Baca lebih lanjut

Nominal Uang Paling Besar di Indonesia

Mmungkin banyak orang di Indonesia mengenal nominal uang paling besar adalah Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah), tapi ternyata hal itu salah besar…

Ada uang yang dibuat hanya sebanyak 5000 keping di Indonesia pada tahun 1987 dan nominal uang tersebut adalah Rp.200.000 (dua ratus ribu rupiah)

Di desain oleh Bank Indonesia dalam rangka ulang tahun ke 25 WWF (World Wildlife Fund) dan dibuat dengan emas murni dengan kadar 91% dan berat 10 gram.. Baca lebih lanjut

Hebat, Indonesia bisa Menciptakan Pesawat Tanpa Awak

Akhirnya Indonesia bisa menciptakan pesawat tanpa awak. Ini menunjukkan babak awal kemajuan putra bangsa dalam menguasai teknologi mutakhir.

Srinti, pesawat tanpa awak hasil ciptaan putera bangsa ini diperkenalkan pada R&D Ritech Expo 2010, Sabtu (21/08/2010). Srinti adalah pesawat kelima yang telah dibuat badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) karena sebelumnya telah ada pelatuk, wulung, gagak, dan alap-alap Seperti dilansir Kompas (21/08/2010).

Namun, walaupun sudah 5 pesawat tanpa awak yang diciptakan, baru Srinti yang akan diberdayagunakan oleh pemerintah. Pesawat tanpa awak ini rencanya akan digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Pada bulan November nanti untuk pengawasan zona laut terluar Indonesia. Hal ini  bertujuan agar tidak terjadi lagi penerobosan kapal-kapal asing.

Srinti berbahan bakar methanol seperti yang dipakai di pesawat aero modelling. Jarak pengendalian maksimum Srinti adalah 45 km. Pengendalian pesawat menggunakan Ground Control Station (GCS).

GCS terdiri dari remote control yang digunakan saat lepas landas dan mendarat. Saat di udara Srinti bergerak autonomus, sesuai titik-titik yang telah ditentukan di komputer. Pergerakan peswat ini menggunakan software Dynamic c# dengan prosesor Rabbit 4000 yang telah dikembangkan oleh tim BPPT.

Kita berharap semoga pesawat tanpa awak ini terus berkembang dan bisa dipersenjatai sehingga bisa dimanfaatkan maksimal oleh pemerintah tidak  hanya pada Kementrian Kelautan dan Perikanan tapi juga di militer dalam menjaga batas wilayah dan kedaulatan Indonesia sehingga Indonesia bisa disegani dan tidak di lecehkan terus menerus oleh Negara tetangga.

Dari berbagai sumber

Jangan Remehkan Orang Indonesia

Suatu hari 4 orang pengusaha dari 4 negara bertemu di kapal pesiar, mereka berasal dari Amerika, Cina, Arab, dan Indonesia… Mereka lagi berdiri santai di atas dek kapal sambil membicarakan masalah bisnis, terkecuali yang berasal dari indonesia… Dia terganggu karena sibuk diomeli istrinya yang merasa layanan “Room Service” kurang memuaskan.

Saat itu cuaca sangat panas, entah ada setan darimana, si Amerika rupanya ingin menyombongkan diri… Tiba-tiba dia merogoh kantong celananya dan mengambil selembar 100 dolar, mengusap keringatnya pada uang itu, dan membuangnya kelaut. Akibat provokasi ini kontan pengusaha lain kaget dan tercengang. Mereka berkata : “Kau gila! Itu 100 dolar !”

Dengan santai si Amerika Menjawab: “Uang macam itu banyak di negara saya”

Tak mau kalah, pengusaha dari Cina mengambil bekal makanannya, menaruhnya di atas piring porselen dari “Dinasti Ming”, menghabiskan makanan tersebut lalu membuang piring itu ke laut… Situasi makin memanas, mereka bertanya pada pengusaha Cina tersebut: “Kau rupanya lebih gila, piring antik itu mahal sekali !!!” Baca lebih lanjut

Bila AS Menyerang Indonesia

Pentagon membayangkan jika AS terpaksa hrs menyerang Indonesia, berapa
kerugian yg hrs dipikul pihak AS dan berapa  keuntungan pihak Indonesia dari
kehadiran tentara AS disana.

Begitu memasuki perairan dataran Indonesia, mereka akan dihadang pihak bea cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka hrs menyediakan “uang damai”, coba hitung berapa besarnya jika bawaannya sedemikian banyak.

Kemudian mereka mendirikan base camp militer, bisa ditebak disekitar base
camp pasti akan dikelilingi oleh penjual bakso, tukang es kelapa, lapak VCD
bajakan, sampai obral cel-dam Rp. 10.000/3 pcs. Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal disekitar base camp juga. Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang diparkir dekat base camp akan dikenakan retribusi parkir oleh petugas dari Dinas Perparkiran Daerah. Jika dua jam pertama per kendaraan dikenakan Rp. 10.000,- (maklum tarif orang bule), berapa yang hrs
dibayar AS kalau kendaraan & tank hrs parkir selama sebulan. Baca lebih lanjut

Fakta Kekayaan Negara Kita

Masa lampau Indonesia sangat kaya raya. Ini dibuktikan oleh informasi dari berbagai sumber kuno. Kali ini kami akan membahas kekayaan tiap pulau yang ada di Indonesia. Pulau-pulau itu akan kami sebutkan menjadi tujuh bagian besar yaitu Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda kecil, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Sumatera – Pulau Emas

Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas.

Pada masa Dinasti ke-18 Fir’aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua – daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir’aun Mesir kuno.

Di samping Barus, di Sumatera terdapat juga kerajaan kuno lainnya. Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir. Gunung Ophir (dikenal juga dengan nama G. Talamau) merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat, yang terdapat di daerah Pasaman. Kabarnya kawasan emas di Sumatera yang terbesar terdapat di Kerajaan Minangkabau. Menurut sumber kuno, dalam kerajaan itu terdapat pegunungan yang tinggi dan mengandung emas. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir. Di Pulau Sumatera juga berdiri Kerajaan Srivijaya yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di utara, hingga Maluku di timur. Baca lebih lanjut