Misteri Turunnya Penduduk Jepang Usia 100 Tahun

INILAH.COM, Tokyo- Jepang terkenal sebagai negara dengan tingkat harapan hidup terpanjang di dunia. Namun, laporan kematian ratusan penduduk tertua di negara ini menimbulkan kecemasan.

Seperti dikutip dari My Way, misteri menghilangnya penduduk berusia tua ini telah menjadi perhatian bangsa. Beberapa melaporkan tingginya penipuan antarkerabat, cerita sedih orang tua yang terisolasi dan terlupakan, serta minimnya perhatian masyarakat kepada mereka.

Cerita ini bemula di akhir bulan Juli saat polisi menemukan Sogen Kato, 111 tahun dan dianggap manusia tertua di Tokyo telah meninggal selama kurun waktu 32 tahun, di mana tubuhnya telah membusuk saat ditemukan. Polisi terus menyelidiki hal ini dan menemukan berbagai kasus kematian yang hampir sama.

Jepang memiliki 40.399 orang yang berusia di atas 100 tahun, berdasarkan data Departemen Kesehatan pada tahun lalu. Saat ini diperkirakan jumlah ini telah berkurang beberapa ratus orang.

“Para anggota keluarga yang seharusnya paling dekat dengan lansia tidak tahu kondisi mereka, bahkan tidak bersusah payah bertanya kepada polisi soal keberadaan anggota keluarga mereka yang sudah tua ini,” ujar Asahi, editor salah satu koran besar di Jepang.

“Situasi ini menunjukkan adanya individu-individu kesepian yang merasa tidak memiliki keluarga dan putusnya hubungan dengan orang sekitar,” kata Asahi lagi.

Jumlah populasi masyarakat yang berusia 65 tahun lebih telah mencapai rekor tinggi tahun lalu sebesar 22,7% sedangkan usia di bawah 14 tahun telah menurun menjadi 13,3%. Jumlah ini paling rendah di antara 27 negara lain yang memiliki penduduk lebih dari 40 juta orang.

Rata-rata perempuan Jepang dapat hidup hingga berusia 86 yahun dan pria sekitar 80 tahun.

Penuaan masyarakat yang diiringi tingkat kelahiran rendah telah menimbulkan masalah sosial. Tidak hanya itu, muncul kekhwatiran menyangkut pelayanan pemerintah, program pensiun dan kurangnya tenaga kerja yang diharapkan dalam waktu depat.

Tingginya jumlah kejahatan, pecandu alkohol dan kasus bunuh diri di masyarakat berusia tua mulai marak terkait dengan masalah penghasilan yang rendah, pekerjaan yang tidak stabil dan kondisi hidup yang miskin. Selain itu, masalah ini diperparah dengan kurangnya rumah jompo di Jepang.

Pemerintah telah memperkenalkan sistem asuransi kesehatan untuk mengatasi meluapnya biaya medis bagi individu berusia 75 tahun ke atas. Program ini menuntut masyarakat untuk aktif dan pemerintah juga memperpanjang batas usia produktif dari 60 tahun menjadi 65 tahun.[ito]

Sumber: INILAH.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s