Perokok Tertua Meninggal di Usia 103

INILAH.COM, Jakarta –Winnie Langley yang merokok selama lebih dari 95 tahun meninggal di usis 103. Nenek ini mulai merokok pada usia 7 dan sudah menghabiskan 170 ribu batang rokok.

Winnie hidup lebih lama dari suami, anak dan 10 anak tirinya. Langley merokok untuk menenangkan diri selama perang dunia.

Pensiunan New Addington di selatan London ini berhasil dibujuk mengurangi kebiasaan merokok 5 rokok sehari, karena penglihatannya yang mulai menurun.

Keluarga Winnie mengungkapkan pada Kamis bahwa ia meninggal satu bulan sebelum ulang tahun ke 103-nya setelah mengalahkan kanker pada usia 90. Pada pesta ulang tahun ke 100-nya, dia mengatakan,”Saya merokok sejak bayi dan belum pernah berpikir untuk behenti. Dulu tidak ada peringatan kesehatan seperti sekarang.”

Winnie mengatakan pada koran lokal bahwa dia sudah tidak mampu membiayai kebiasaannya itu.

”Harga terus naik jadi aku hanya merokok 1 batang sehari,” katanya.

“Penglihatanku sudah sangat buruk dan aku harus menyuruh orang membelikanku rokok.”

Mengabaikan semua peringatan kesehatan, dia berkeras tidak pernah menderita karena kebiasaannya karena dia tidak pernah menghirupnya. Anggota keluarga yang masih hidup menghadiri upacara pemakaman dekat rumahnya pada Kamis untuk memberikan penghormatan pada pensiunan agresif dan keras kepala ini.

Anne Gibbs tinggal di Lincoln, Licolnshire mengatakan bibi buyutnya suka Monopoli dan kartu serta tidak pernah merokok dalam ruangan.

“Winnie menikmati merokok dan minum. Maksimal 5 batang rokok sehari,” katanya.

“Dia berhenti merokok sebelum Natal dan berkata kepadaku Aku merindukan rokok. Ada banyak hal selain merokok baginya yaitu keluarga.”

Gibb mengatakan Winnie terkena kanker pada usia 88 kemudian “bangkit kembali” sebelum alat pacu jantung dipasang pada usia 98. “Enam minggu terakhir kesehatannya memburuk,” katanya.

Langley lahir di Croydon pada 1907 dari tujuh bersaudara. Sebelum pertemuan dengan suaminya Bob, veteran perang dunia yang 28 tahun lebih tua di pub Croydon, ia bekerja di binatu dan sebagai pelayan kamar.

Ibu tunggal ini pindah ke rumah asuh setelah membesarkan 10 anaknya sebelum mereka menikah di usia 26.[ito]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s