Mengapa Hiu Bisa Menjadi Mata-Mata?

Tak selamanya hiu menjadi musuh manusia. Amerika Serikat berencana memanfaatkan ikan ganas ini sebagai mata-mata di laut.

Mendengar kata hiu, barangkali yang terbayang di benak anda adalah seekor ikan buas dengan gigi yang runcing yang siap memangsa manusia. Hiu memang makhluk di laut yang mengerikan dan ganas. Dia bisa memangsa manusia. Tetapi, sebenarnya lebih dari setengah dari 400 spesies hiu di dunia ini berukuran tubuh dengan panjang tah lebih dari 1 meter.

Salah satu spesies hiu terkecil, Spined Pigmy, hanya memiliki panjang 12 meter saja. Spesies hiu yang aktif bergerak cenderung memiliki bentuk tubuh yang bulat seperti torpedo. Tetapi hiu yang kurang aktif bentuk tubuh relatif lebih pipih seperti ikan pada umumnya.

Hiu memiliki komposisi tubuh yang relatif berbeda dengan ikan yang lainnya. Kebanyakan ikan memiliki tulang. Sama seperti mamalia, reptil, amphibi, dan burung yang memiliki tulang belakang. Sedangkan hiu memiliki kerangka tubuh yang terbuat dari cartilage, yaitu tulang rawan yang elastis dan fleksibel seperti tulang pada telinga dan hidung manusia.

Cartilage merupakan tulang yang kokoh, tetapi rendah kerapatannya. Dengan demikian, tubuh hiu relatif lebih ringan sehingga tidak tenggelam di laut. Juga tidak menimbulkan suara berisik saat berenang dan percikan air.

Hiu bernafas dengan mengekstrak udara yang terkandung dalam air. Air masuk ke dalam mulut memasuki beberapa piranti untuk menangkap udara. Hiu merupakan ikan yang cerdas. Fosil hiu tertua yang ditemukan manusia telah berumur sekitar 300 tahun. Jadi, hiu telah ada pada era dinosaurus.

Sebagian besar ikan bertulang memiliki sirip yang membantu mereka untuk bergerak dalam air. Ketika sirip ikan bergerak, muncul gesekan dengan air sehingga menciptakan arus air, gelembung gas serta suara. Meski lemah, suara yang ditimbulkan ikan seperti lumba-lumba bisa terdeteksi radar kapal selam.

Sedangkan hiu bergerak seperti pesawat terbang. Dia tidak menggunakan sirip untuk berenang. Hiu melakukan “goyangan tubuh” untuk bergerak sehingga tidak menimbulkan suara. Makanya hiu tidak terdeksi radar di dalam laut.

Itulah salah satu alasan yang membuat Pentagon (Departemen Pertahanan Amerika Serikat) memanfaatkan hiu untuk dijadikan mata-mata. Tim Ilmuwan Pentagon mengadakan eksperimen untuk mengendalikan hiu dari jarak jauh dengan cara menanamkan peralatan elektronika di otak ikan ini.

Setelah ditanami alat elektronika, hiu dapat disuruh pergi mendekati kapal musuh kemudian melakukan kegiatan mata-mata. Hiu akan mengambil gambar kegiatan di kapal tersebut tanpa ada musuh yang mengetahui aktivitas mereka yang sedang dimata-matai.

Hiu mata-mata memiliki keunggulan dibanding robot kapal selam. Hiu tidak berisik ketika menyelam sehingga tidak gampang dideteksi kapal musuh. AL Amerika menggunakan menara sinyal ke ikan hiu hingga sejauh 300 kilometer.

Tentu saja merupakan hal yang bagus, menggunakan sains dan memanfaatkan hiu demi kesejahteraan manusia. Tapi sungguh disayangkan jika manusia “memperalat” ikan hiu demi tujuan yang tidak baik. Negara yang dimata-matai tentu tidak akan terima sehingga dapat terjadi perang antarnegara. Jika demikian, yang terjadi adalah bencana bagi umat manusia.

2 thoughts on “Mengapa Hiu Bisa Menjadi Mata-Mata?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s