Dinosaurus dari batuan merah Utah

ScienceDaily (24 maret 2010) — Batuan merah Utah – penarik terkenal dunia pada beragam taman nasional, monumen dan suaka – telah memberikan sebuah kerangka langka dari spesies baru dinosaurus pemakan tanaman yang hidup 185 juta tahun lalu dan telah terkubur hidup-hidup oleh bukit pasir yang runtuh. Penemuan ini mendukung kesuksesan besar dinosaurus sauropodomorf pada Periode Yura Awal Hingga kini, Batuan Merah Utah dikenal hanya dari beberapa tulang dan jejak dinosaurus. Namun, sekarang diperoleh penemuan kerangka terlestarikan yang diterbitkan dalam edisi 24 maret PLoS ONE,jurnal yang dibuat Public Library of Science. Studi ini dilakukan oleh Joseph Sertich, bekas mahasiswa master di University of Utah dan mahasiswa doktoral Stony Brook University bersama dengan Mark Loewen, paleontolog dari Utah Museum of Natural History dan pengajar di jurusan Geologi dan Geofisika di University of Utah. Spesies dinosaurus baru ini dinamai Saitaad ruessi, yang diambil dari bahasa Navaho, Seit’aad, monster gurun pasir dari legenda penciptaan Navaho yang menelan korbannya dalam bukit pasir (karangka Seitaad tertelan dalam bukit pasir fosil saat ditemukan); dan Ruess, diambil dari nama seniman, penyair, naturalis dan penjelajah Everett Ruess yang menghilang misterius dalam daerah batuan merah di Utah selatan tahun 1934 pada usia 20. Seitaad ruessi adalah anggota kelompok dinosaurus bernama sauropodomorpha. Sauropodomorpha tersebar di bumi pada masa yura awal, saat semua benua masih menyatu dalam superbenua Pangaea. Jutaan tahun kemudian, sauropodomorpha ber evolusi menjadi sauropoda raksasa, pemakan tanaman berleher panjang yang fosilnya terkenal di Utah, termasuk Dinosaur National Monument. Seekor dinosaurus yang terkubur pasir. Kerangka Seitaad ditemukan muncul dari tebing multiwarna di Batuan Navajo tahun 2004 oleh sejarawan dan seniman setempat, Joe Pachak, saat mendaki di daerah Comb Ridge dekat Bluff, Utah. Penemuannya, berada hanya di bawah sebuah pemukiman tebing Puebloan (Anasazi) purba, segera dilaporkan ke Biro Federal Manajemen Lahan (BLM) dan Utah Museum of Natural History. Paleontologi dan kru museum menggali dan mengumpulkan spesimen ini tahun 2005. Spesimen yang terlestarikan dengan baik memuat sebagian besar tulang kerangka, kecuali kepala dan bagian leher dan ekor. Seitaad ditemukan dalam fosil bukit pasir yang merupakan bagian dari gurun yang luas yang menutupi daerah ini hampir 185 juta tahun lalu pada periode Yura. Penelitian menunjukkan kalau hewan ini terkubur dalam keruntuhan bukit pasir mendadak yang menutupi mereka dari atas. Bagian yang hilang dari kerangka ini hilang karena erosi selama ribuan tahun, namun hampir pasti tampak saat Amerika Asli tinggal di tebing tepat di atas kerangka. Saat hidup, hewan ini akan berdiri sekitar 1 meter pada pahanya dan panjangnya 3 hingga 4,5 meter. Beratnya sekitar 70 hingga 90 kg, dan dapat berjalan dengan dua atau empat kaki. Seperti kerabat besar selanjutnya, Seitaad kemungkinan besar makan tanaman. Sauropodomorpha purba, termasuk Seitaad, memiliki leher dan ekor yang panjang dengan kepala kecil dan gigi berbentuk daun, menunjukkan kalau mereka terspesialisasi sebagai herbivora (pemakan tanaman). Sifat yang sama ini dibawa pada keturunan mereka yang jauh lebih besar, sauropoda. “Walau Seitaad dilestarikan dalam sebuah bukit pasir, gurun purba ini mestinya memuat daerah yang lebih basah dengan cukup tanaman untuk mendukung dinosaurus kecil dan hewan lainnya,” kata Sertich. “Sama seperti gurun yang ada sekarang, kehidupan akan sulit di ‘lautan pasir’ purba Utah.” Menurut Loewen, “Kita tahu dari bukti geologi kalau hujan badai musiman seperti muson musim panas sekarang memberi cukup embun di lautan pasir ini, mengisi kolam dan cekungan lainnya di antara bukit pasir.” Kerabat terdekat Seitaan dikenal dari batuan berusia sama di Amerika Selatan dan Afrika Selatan. Fosil lain yang tidak lengkap dari Arizona Utara memberi petunjuk keberadaan sauropodomorpha seperti Seitaad, namun tidak ada yang cukup lengkap untuk memahami spesies apa yang hidup di Amerika Barat Daya. Penemuan Seitaad mendukung kalau kelompok dinosaurus ini sangat tersebar dan sukses dalam Yura awal, sekitar 175 juta hingga 200 juta tahun lalu. Walau Navajo Sandstone terbuka di Utah dan Arizona, fosil sangat langka dan kita belum belajar banyak mengenai hewan yang hidup di gurun besar ini. Hewan lain yang hidup di Navajo Sandstone semuanya berukuran relatif kecil, termasuk sejenis dinosaurus karnivora, kerabat buaya dan mamalia purba yang disebut tritylodonts. Bahkan walau Seitaad cukup kecil, sepertinya ia adalah herbivora terbesar pada periode waktu ini di Utah selatan. “Penemuan baru ini menunjukkan kalau ada lebih banyak dinosaurus yang bisa ditemukan dalam batuan ini,” kata Sertich.

Sumber: teori dan fakta evolusi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s