Kerajaan Shambhala, Surga yang tidak tersentuh

Selama ribuan tahun, ada sebuah rumor yang beredar, bahwa di suatu tempat di Tibet, diantara puncak-puncak bersalju Himalaya dan lembah-lembah yang terpencil, ada sebuah surga yang tidak tersentuh, sebuah kerajaan dimana kebijakan universal dan damai yang tidak terlukiskan berada. Sebuah kerajaan yang disebut Shambhala. James Hilton menulis mengenai kota mistik ini pada tahun 1933 di dalam bukunya yang berjudul “Lost Horizon”. Hollywood lalu mengangkatnya dalam film produksi tahun 1960, “Shangri-la”. Bahkan penulis terkenal James Redfield yang menulis The Celestine Prophecy juga menulis satu buku yang berjudul “The Secret of Shambhala : In Search of the Eleven Insight.” Shambhala yang misterius ini juga dianggap sebagai sumber bagi Kalachakra, yaitu cabang paling tinggi dan esoterik dalam mistik Tibet.

Legenda mengenai Shambhala sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Kita bisa menemukan catatan tentang kerajaan ini di dalam teks-teks kuno seperti Kalachakra dan Zhang Zhung yang bahkan sudah ada sebelum agama Budha masuk ke Tibet.

Kata Shambhala berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “Tempat kedamaian” atau “Tempat keheningan”. Kerajaan ini memiliki ibukota bernama Kalapa dan diperintah oleh raja-raja dinasti Kulika atau Kalki. Di tempat inilah makhluk hidup yang sempurna dan semi sempurna bertemu dan bersama-sama memandu evolusi kemanusiaan. Hanya mereka yang murni hatinya yang dapat tinggal di tempat ini. Disana mereka akan menikmati kebahagiaan dan kedamaian dan tidak akan sekalipun mengenal penderitaan.

Konon di kerajaan itu, cinta kasih dan kebijakanlah yang memerintah. Tidak pernah terjadi ketidakadilan. Penduduknya memiliki pengetahuan spiritual yang sangat mendalam dan kebudayaan mereka didasari oleh hukum, seni dan pengetahuan yang jauh lebih tinggi dibanding dengan pencapaian yang pernah diraih dunia luar.

Banyak petualang dan penjelajah telah berusaha mencari kerajaan mistik ini. Menurut mereka, mungkin Shambhala terletak di wilayah pegunungan Eurasia, tersembunyi dari dunia luar. Sebagian lagi yang tidak menemukannya percaya bahwa Shambhala hanyalah sebuah simbol, penghubung antara dunia nyata dengan dunia yang ada di seberang sana. Tapi, sebagian orang lagi percaya bahwa Shambhala adalah sebuah dunia yang nyata.

Menurut Teks kuno Zhang Zhung, Shambhala identik dengan Lembah Sutlej di Himachal Pradesh. Sedangkan bangsa Mongolia mengidentikkannya dengan lembah-lembah tertentu di Siberia selatan.

Informasi mengenai kerajaan ini sampai ke peradaban barat pertama kali lewat seorang misionaris katolik Portugis bernama Estevao Cacella yang mendengar kisah ini dari penduduk setempat. Lalu pada tahun 1833, seorang cendikiawan Hungaria bernama Sandor Korosi Csoma bahkan menyediakan kordinat Shambhala yang dipercaya berada diantara 45′ dan 50′ lintang utara.

Menarik, menurut catatan Alexandra David Neel yang telah menghabiskan sebagian hidupnya di Tibet, Shambala ternyata tidak hanya dikenal di Tibet. Jauh di utara Afghanistan, ada sebuah kota kecil yang bernama Balkh, sebuah kota kuno yang juga dikenal sebagai “ibu dari kota-kota”. Legenda masyarakat Afghanistan modern menyatakan bahwa setelah penaklukan oleh kaum Muslim, kota Balkh sering disebut sebagai “Lilin yang terangkat” atau dalam bahasa Persia dikenal dengan sebutan “Sham-I-Bala”. Entahlah, kita tidak tahu pasti apakah kota ini berhubungan dengan Shambhala yang misterius atau tidak.

Legenda Shambhala kemudian menarik perhatian seorang penganut esoterik dan teosofi bernama Nicholas Roerich (1874-1947). Dalam keingintahuannya, ia menjelajahi gurun Gobi menuju pegunungan Altai dari tahun 1923 hingga tahun 1928. Perjalanan ini menempuh 15.500 mil dan melintasi 35 puncak-puncak gunung tertinggi di dunia. Namun usaha yang luar biasa ini tetap tidak dapat menemukan kerajaan itu.

Bahkan Nazi yang juga sangat berkaitan dengan dunia esoterik pernah mengirim ekspedisi pencarian Shambhala pada tahun 1930, 1934 dan 1938.

Tapi, tidak satupun dari antara mereka yang berhasil menemukannya.

Edwin Bernbaum menulis dalam “The Way of Shambhala” :

“Sementara penjelajah mendekati kerajaan itu, perjalanan mereka menjadi semakin sulit dilihat. Salah satu pendeta Tibet menulis bahwa peristiwa ini memang dimaksudkan untuk menjauhkan Shambhala dari para barbar yang berniat untuk menguasainya.”

Apa yang ditulis oleh Bernbaum sangat berkaitan dengan ramalan Shambhala. Menurut ramalan itu, umat manusia akan mengalami degradasi ideologi dan kemanusiaan. Materialisme akan menyebar ke seluruh bumi. Ketika para “barbar” ini bersatu dibawah komando seorang raja yang jahat, maka barulah kabut yang menyelubungi pegunungan Shambhala akan terangkat dan pasukan raja ini dengan persenjataan yang mengerikan akan menyerang kota itu.

Lalu raja Shambhala ke-25 yang bernama Rudra Cakrin akan memimpin pasukannya untuk melawan pasukan Barbar itu. Dalam pertempuran itu, raja yang jahat dan pasukannya berhasil dihancurkan dan umat manusia akan dikembalikan ke dalam kedamaian.

Beberapa cendikiawan seperti Alex Berzin, dengan menggunakan perhitungan dari Tantra Kalachakra, percaya bahwa peristiwa ini akan terjadi pada tahun 2424 Masehi.

Ketika kebudayaan timur bergerak ke barat, mitos Shambhala bangkit dari dalam kabut waktu. Saya rasa, kerinduan akan kedamaianlah yang telah menyebabkan umat manusia berusaha menemukan kerajaan utopia ini. Mungkin kita tidak akan pernah menemukan Shambhala, namun mungkin juga kita tidak perlu mencari terlalu jauh.

Sebuah kisah kuno dari Tibet menceritakan bahwa suatu hari ada seorang anak muda yang bersiap untuk mencari Shambhala. Setelah menjelajahi banyak gunung, ia menemukan sebuah gua. Di dalamnya ada seorang pertapa tua yang kemudian bertanya kepada anak muda itu : “Kemanakah tujuanmu sehingga engkau rela menjelajahi salju yang tebal ini ?”

“Untuk menemukan Shambhala,” Jawab anak muda itu.

“Ah, engkau tidak perlu pergi jauh.” Kata pertapa itu. “Sesungguhnya Kerajaan Shambhala ada di dalam hatimu sendiri.”

Benarkah ada Shambhala di hati kita ?

Misteri planet Nibiru

Pada tanggal 29 Juli 2005 Badan Ruang Angkasa Amerika Serikat mengumumkan mengenai penemuannya tentang planet yang ke sepuluh. Penelitian ini sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 2000-an oleh Dr. Mike Brown dan rekan-rekannya dari Institut Teknologi California.

Pada tanggal 31 Oktober 2003 planet ke sepuluh tersebut sudah terpotret oleh Chadwick Trujillo dari Observatorium Gemini di Mauna Kena, Hawaii dan David Rabinovitz dari Universitas Yale, New Haven. Pada saat itu planet ke sepuluh dinamai 2003 UB313, namun tidak dipublikasikan penemuannya karena banyak alasan yang belum bisa mendefinisikan tentang 2003 UB313. Sehingga pada waktu itu mereka mencari data-data mengenai 2003 UB313.

Beberapa penulis menganggap bahwa penemuan 2003 UB313 telah dipublikasikan pada tanggal 15 Maret 2004 dan planet tersebut dinamai Sedna atau Nibiru bahkan para ilmuwan menamainya dengan planet X.

Sebetulnya para ilmuwan sudah menemukannya jauh hari sebelum ilmuwan Rusia mengadakan pertemuan pada tahun 2000-an untuk berdiskusi mengenai planet X. Penemuan tersebut tertuang dalam buku “Illustrated Science & Invention Encyclopedia” volume ke 18, terbitan tahun 1987-1989 mengenai keberadaan kembaran matahari.

Catatan :
~ Definisi lengkap mengenai planet ke sepuluh ini belum dapat diterangkan lebih lanjut, dikarenakan bahan rincian definisi yang didapat hanya sedikit.
~ Artikel kecil di atas hanya sekedar pemacu untuk mengetahui hal-hal yang jarang kita ketahui, untuk lebih lengkapnya lagi, pembaca dapat menjelajahinya dalam situs pencari dengan kata kunci yang berkaitan.

Ulasan :
“Di dalam Al-qur’an telah menyebutkan bahwa tata surya terdiri dari 11 planet

Mengapa ada kehidupan di Mars?

Kita sama mengetahui, bahwa para ahli sekarang ini sedang sibuk melakukan berbagai macam percobaan untuk menjajagi apakah ada kehidupan di planet lain dalam kawasan alam semesta kita ini. Tentu saja lebih mudah untuk melakukan peneilitian dalam lingkungan tata surya kita untuk menjajagi adanya tanda-tanda kehidupan itu daripada melakukan penyelidikan di angkasa luar. Tetapi salah satu tempat yang diduga keras oleh para sarjana ada memiliki semacam bentuk kehidupan ialah planet Mars. Mengapa mereka justru memilih Mars? Karena Mars itu dianggap semacam bumi kembar dengan bumi kita ini. la adalah planet yang berikutnya di balik bumi kita jika di tinjau dari letak jaraknya terhadap matahari. Mars memiliki garis tengah separoh dari bumi kita, dan berputar sekeliling matahar! dalam jangka waktu dua tahun. Namun ukuran hari di Mars berlangsung hampir sama panjangnya dengan panjangnya hari di bumi kita ini. Dalam menanggapi planet Mars itu para ahli astronomi telah memperhatikan hal-hal tertentu, yang merupakan gejala adanya kemungkinan kehidupan di planet itu. Pertama sekali planet Mars itu mernpunyai musim-musim semacam yang terdapat di bumi kita ini. Pada hakekatnya bila musim-musim itu berubah di planet Mars, maka nampak pula terjadi perubahan pada permukaan planetnya. Daerah-daerah yang gelap menjadi semakin kelam pada musim semi dan musim panas, sedangkan warna itu beralih dari hijau kebiru-biruan menjadi kiming. Apakah ini bukan gejala adanya tumbuh-tumbuhan? Para ahli astronomi juga berkeyakinan, bahwa ada terdapat sekurang-kurangnya sejumlah kecil uap air dalam atmosfir di Mars. Dan hal ini besar sekali kemungkinannya untuk menunjang faktor kehidupan di Mars. Juga pada tahun 1887 seorany ahli astronomi dari Italia bernama Giovanni Schiaparelli melaporkan telah melihat jalur-jalur hitam pada permukaan planet Mars yang mirip dengan terusan air. Kemungkinan besar jalur-jalur tersebut adalah saluran air yang dibangun oleh mahluk-mahluk Mars untuk mengalirkan air dari pusat planet itu ke daerah padang pasir yang kering, demikianlah dugaan para ahli. Pada tahun 1976 dua buah pesawat antariksa Amerika Serikat yang diberi nama Viking telah berhasil mendarat di atas permukaan Mars untuk melakukan penyelidikan. Alat-alat itu melangsungkan penelitian sekeliling tanah di Mars untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda kehidupan di sana. Kemudian alat-alat itu mengirim kembali berita hasil pemeriksaan itu ke bumi. Dari hasil penelitian ini terdapat petunjuk adanya benih kehidupan tertentu di da lam tanah Mars itu, sekalipun jenis tanah di sana itu ganjil dan sangat berbeda sekali dengan jenis tanah yang terdapat di bumi kita ini. Jadi, kalau memang betul ada kehidupan di planet Mars itu, maka bentuknya masih sangat bersahaja sekali.

Awal kehidupan di Mars

Ada teori yang menarik, berupa sebuah asumsi bahwa kehidupan manusia asalnya dari air mars yang membawa living organism canggih. Diperkirakan sejak awal di tata surya kita ada 2 planet sempurna yang mempunyai kehidupan.

Tetapi Mars mempunyai kelemahan yaitu instabilitas medan magnet bumi. Karena itu terjadilah Polar Shift theory, dimana medan kutub utara mars berputar ke kutub selatan, menyebabkan peluncuran partikel2 di dalam atmosphere untuk terbang ke luar angkasa, bisa dibilang kiamat Mars. Nah partikel2 ini menyerang bumi, dan sebagian dari partikel nya seperti air membawa living organism yang canggih dan berevolusi menjadi Manusia.

Ini sekedar teori yang gua lihat di Discovery chanel, haha mengerikan. Theory tersebut juga dipake untuk menjelaskan mengapa geologi benua Amerika, terutama di California rada aneh. Dan kalo di lihat memang mirip. Di prediksi bahwa apa yg terjadi sama di daerah kering California, dimana seluruh partikel air kelempar keluar angkasa karena adanya tidak keseimbangan medan magnet bumi dengan atmosphere.

Makhluk dan Piramida Planet Mars

Hingga saat ini planet Mars disebut-sebut sebagai planet yang misterius, rasa penasaran ini dimulai dari sejak tahun 1976. Mereka mempercayai adanya makhluk di planet Mars ketika beberapa ilmuwan menayangkan “video slide photo” tentang bukti adanya kehidupan di planet Mars, salah satu contohnya adalah gambar makhluk yang tertangkap oleh alat spirit rover yang berisi gambar-gambar makhluk dan piramida di planet Mars.

Para ilmuwan mempercayai adanya kehidupan di planet mars dan bahkan mereka memprediksikan bahwa ada lima jenis spesies primata, salah satunya adalah “sendak”dan mempercayai adanya tiga peradaban di planet Mars.

President of Mars Anomaly Research Society, Andrew Basiago meyakini bahwa Mars merupakan planet yang mempunyai masyarakat yang berperadaban tinggi, dan Basiago menyatakan pernyataannya bahwa sejak itu pula planet Mars dilanda bencana yang maha dasyat sehingga seisi dari planet Mars hancur lebur, prediksi peristiwa itu sekitar 11.500 tahun yang lalu.

Peneliti juga mengamati adanya piramida di planet Mars, dan diperkirakan piramida tersebut lebih tua daripada piramida yang berada di Bumi. Usia piramida tersebut diperkirakan sekitar 10.000 tahun, dan bahkan piramida di planet Mars ada kaitannya dengan piramida yang berada di Bumi.

catatan :
– Penemuan tentang hal tersebut dinamakan “A New Cydonia”
– Ada sembilan piramida yang telah ditemukan di planet Mars

UFO menurut Al Qur’an

Di dunia masa kini, ada dua macam kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia dalam sejarah hidupnya, yaitu yang memakai tenaga tolak untuk maju contohnya hewan, mobil, kapal laut atau kapal udara. Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting [dari titik tolak] ) seperti pesawat UFO yang populer disebut “piring terbang”. Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran surat An-Nahl ayat 8 disebutkan sebagai benda terapung dan ternak. Yang dimaksud dengan ternak yaitu kuda, unta, keledai, dls. Dan benda terapung maksudnya yaitu segala macam kendaraan yang diwujudkan oleh teknologi manusia termasuk di dalamnya “piring terbang”.

Khusus mengenai “piring terbang”, oleh surat An-Nahl ayat 8 adalah kendaraan yang tidak diketahui manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh surat Az-Zukhruf ayat 12 menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan semua yang berpasangan-pasangan. Maksudnya, ada bagian positif dan bagian negatif dari “piring terbang” itu (positif dan negatif=pasangan). Karena surat Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan tentang alat transportasi maka tentunya istilah “berpasangan-pasangan” itu adalah kendaraan. Dan kendaraan itu tak lain mungkin adalah “piring terbang” yang memiliki bagian positif dan bagian negatifnya.

Dan (Dia Telah menciptakan) kuda, bagal* dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.

(Surat An-Nahl ayat 8 )

* Bagal adalah peranakan kuda dengan keledai.

Ayat ini menerangkan soal kendaraan yang biasa dan bisa dipakai oleh manusia. Manusia biasa menggunakan kendaraan ternak. Kuda dan keledai merupakan tenaga pembawa dan penarik maka keadaannya sama dengan mobil dan kapal terbang selaku pembawa dan penarik. Penggalan kata “bisa” pada paragraf ini, merupakan sesuatu yang belum diketahui manusia tentang kendaraan.

Baik kuda dan keledai maupun mobil dan kapal terbang sama-sama menggunakan tenaga tolak ke belakang untuk maju ke depan, pada dasarnya kedua macam kendaraan itu memiliki prinsip yang sama. Lalu kendaraan apa yang belum diketahui manusia seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8 itu?

Hal ini dijawab sendiri oleh Al-Quran :

Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.

Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang Telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya”.

Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

(Surat Az-Zukhruf ayat 12 – 14)

Kalau anda membaca susunan ayat Al-Quran ini sepintas mungkin anda tidak merasa mendapatkan sesuatu yang aneh dan baru. Akan tetapi, patut diketahui bahwa tidak ada satu pun ayat suci Al-Quran yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya yang percuma atau tidak memiliki makna. Kalau anda teliti dan merenungkannya dalam-dalam, semua ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Quran itu selalu memiliki unsur-unsur keterkaitan antar ayatnya, baik kaitan ayat yang ada di dalam surat itu sendiri atau kaitan ayat pada surat-surat Al-Quran yang lain. Sederhananya, keterkaitan satu ayat dengan ayat yang lainnya seperti dunia internet yang sedang anda jelajahi ini. Suatu halaman web yang berisi informasi selalu memiliki kaitan atau link, baik link yang menuju ke halaman web itu sendiri ataupun link yang menuju ke halaman web yang lainnya.

Nah, semua unsur-unsur yang saling berkaitan itu tak jarang selalu menghasilkan pemahaman ilmiah yang dapat diterima oleh akal sehat. Dengan begitu, memahami susunan ayat-ayat di atas ini maka “benda terapung” ini adalah suatu kendaraan yang belum diketahui oleh manusia. Seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8.

Susunan ayat-ayat diatas nantilah kita analisis belakangan.

Sekarang kita masuki persoalan yang nantinya jadi bahan dalam penganalisaan itu.

Al-Quran sering sekali menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa. Hal itu merupakan gambaran bagi setiap orang agar selalu memperhatikan kenapa Bumi ini berputar pada porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet yang lainnya beredar mengelilingi matahari yang juga berputar di porosnya. Semua planet itu tidak bertiang, tidak bertali dan juga tidak memiliki tempat bergantung. Semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya Rawasialah yang memutar planet itu di sumbunya sambil berputar-putar mengelilingi matahari. Sungguh Rawasia itu adalah wujud penting dari sesuatu yang harus diteliti lebih dalam lagi oleh para astronom. Dengan mengetahui keadaan Rawasia setiap planet, maka tabir misteri alam semesta yang tak terbatas itu akan terkuak.

Bumi yang beratnya sekitar 700 triliun ton tidak jatuh pada matahari karena gaya lantingnya (centrifugal) dalam keadaan mengorbit, sebaliknya Bumi juga tidak terlanting jauh keluar dari garis orbitnya sebab ditahan oleh gaya gravitasi pada matahari sebagai pusat orbit. Kekuatan gaya lanting Bumi dan gaya gravitasi adalah sama besarnya, orang ahli menyebutnya dengan Equilibrium. Oleh karena itulah sampai hari ini Bumi yang kita diami terus menerus berputar dan beredar mengelilingi matahari.

Andaikan kalau Bumi hanya memakai gaya lantingnya saja tanpa menggunakan gaya gravitasi. Maka, bisa dipastikan Bumi akan melayang jauh meninggalkan matahari. Dengan begitu, tenaga centrifugal seperti yang dimiliki Bumi dapat diadopsi oleh “piring terbang” untuk terbang jauh jika tenaga gravitasinya dihilangkan.

Nah, akhirnya kita pun sampai pada pertanyaan ini, bagaimana cara menghilangkan gaya gravitasi itu?

Salah satu caranya adalah dengan memutar bagian pesawat secara horisontal. Apabila putaran itu semakin cepat maka semakin besar pula gaya centrifugal yang dihasilkan dan semakin kecillah gaya gravitasinya, sampai akhirnya gaya gravitasi ini akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat dapat terangkat dengan mudah tanpa terpengaruh oleh gravitasi Bumi.

Mungkin anda akan bertanya, bagaimana bisa pesawat dapat berputar terus menerus tanpa tumpuan? Dari situlah kita namakan pesawat ini dengan Shuttling System, yaitu pesawat berbentuk piring dempet yang ditengah-tengahnya adalah tempat penumpang.

Anda bisa simak gambar ilustrasi struktur “piring terbang” dibawah ini.

A. Bagian Atas, kita namakan Positif, berputar ke kanan, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.

B. Bagian Bawah, kita namakan Negatif, berputar ke kiri, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.

C. Bagian Tengah, kita namakan Netral, disinilah tempat awak pesawat serta perlengkapan dan mesin yang memutar Positif dan Negatif sekaligus dalam satu kendali.

Praktis pesawat pun akan terangkat dibantu dengan ledakan seperlunya untuk tenaga pembelok dan untuk penambahan kecepatan sewaktu berada di angkasa tanpa bobot.

Bagaimanapun nantinya wujud konstruksi pesawat itu, kita serahkan saja kepada para profesor dan kita yakin nantinya di masa depan akan terwujud sebagai pesawat kebal peluru dan tak memerlukan landasan tertentu karena dia dapat berdiri statis di angkasa dan yang lebih hebat lagi adalah bahwa pesawat itu tentunya water-proof alias anti-air yang kalau pada saat diperlukan dia dapat langsung masuk ke dalam lautan dan keluar lagi sesuai kehendaknya.

Kita boleh mengatakan bahwa kendaraan manusia kini sudah kolot, kuno atau usang karena sistem yang dipakainya sudah berlaku selama ribuan tahun, yang semuanya itu memakai prinsip menolak ke belakang untuk maju ke depan dan menolak ke bawah untuk naik ke atas. Setelah manusia sanggup memakai gaya centrifugal berbentuk “piring terbang” barulah manusia akan memulai kendaraan modern.

Jadi, masa terwujudnya “piring terbang” adalah batas antara ke-kuno-an dan kemodernan peradaban manusia. Batas ini disebut oleh Al-Quran dalam surat Az-Zukhruf ayat 13 diatas dengan bahasa kiasan, bahwa profesor yang mulai menggunakan “piring terbang” mengatakan; Waktu itu manusia baru memulai hidup dalam generasi lain yaitu generasi pesawat itu tidaklah segenerasi dengan modern.

Dalam peradaban modern dimana manusia umumnya memakai piring terbang sebagai kendaraan, akan banyak sekali perubahan dalam kehidupan baik di bidang jasmaniah maupun di bidang rohaniah. Di bidang jasmaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang tak lagi membutuhkan jalan raya dan rel kereta api yang pembangunannya sangat banyak menghabiskan tenaga, tempat, benda dan waktu. Orang-orang akan memanfaatkan daerah itu untuk tempat tinggal atau untuk kebutuhan lainnya. Orang-orang akan memindahkan perhatiannya terhadap lautan sebagai sumber makanan karena lautan itu memang sangat luas yang mengandung berbagai bahan untuk keperluan hidup, dan daratan sebagian besar akan dijadikan orang untuk tempat bermukim. Orang-orang nantinya akan melakukan penerbangan antar planet secara lazim dimana planet Jupiter, Venus, Saturnus dan planet yang lebih besar lainnya akan menjadi sasaran dalam perekonomian dan politik.

Di bidang rohaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang akan menyadari bahwa alam semesta ini memang diciptakan untuk kebutuhan hidup manusia oleh Allah Yang Maha Esa. Orang-orang akan menyadari bahwa manusia di planet Bumi dalam tata surya ini berasal dari satu diri, satu spesies, atau serumpun. Bukan dari hasil evolusi monyet, seperti teori Darwin yang dikalahkan logika. Orang-orang akan menyadari bahwa agama yang diturunkan oleh Allah SWT itu hanyalah agama Tauhid yang sama sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Imran ayat 83. Orang-orang akan menyadari bahwa agama Tauhid yang diturunkan Sang Khaliq itu mengandung hukum yang sesuai dengan kejadian dan naluri yang terdapat di alam semesta raya dan pada diri manusia sendiri, dan bahwa menolak agama itu berarti merugikan diri sendiri.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

(Surat Al-Fushshilat ayat 53)

Maka apakah mereka mencari agama yang lain selain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di planet-planet dan di bumi ini, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka akan kembali.

(Surat Al-Imran ayat 83)

Segitiga bermuda Indonesia

Segitiga Bermuda terletak di sebelah barat Samudera Atlantik, sebelah tenggara wilayah Miami Florida, AS. Tepatnya sebagian besar wilayah ini membentuk segitiga, antara kepulauan Bermuda, Puerto Rico di Jamaica dan bagian selatan Florida AS. Luas Segitiga Bermuda ini kira2 1,2 juta kilometer persegi terdiri dari 300 pulau kecil yg dihuni 65.000 jiwa.

Di Indonesia juga ada Segitiga Bermuda, segitiga tersebut dinamakan “Segitiga Masalembo” (Masalembo Triangle). Masalembo merupakan pulau kecil di antara paparan sunda yang berada di pertigaan laut. Kenapa disebut “Segitiga Masalembo”?! Adanya beberapa kapal karam yang berada didasar laut, yang di duga kapal-kapal tersebut memang merupakan suatu kecelakaan yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Berita kecelakaan “Segitiga Masalembo” terakhir terdengar pada tahun 2007.

Beberapa orang menyebutnya dengan “Segitiga Sagori” (Sagori Triangle), karena ada beberapa kapal yang karam di daerah tersebut. Sagori merupakan sebuah pulau wisata di Kabaena, Sulawesi Tenggara, merupakan tempat para wisatawan asing. Dan bahkan para wisatawan menyebutkan dengan nama lain lagi, mereka menyebutnya “Kabaena Triangle Bermuda”.

Semua yang terjadi hanyalah rahasia sang pencipta, kita sebagai manusia hanya bisa menyimpulkan dengan segenap peristiwa yang ada.

Sungai dalam laut

Sebuah fenomena alam yang mustahil dan tidak masuk logika, namun kita harus percaya bahwa sesuatu pasti akan terjadi atas kehendak-Nya. Seperti yang kita lihat bahwa suatu keajaiban pasti ada seperti fenomena Sungai di dalam laut yang telah ditemukan oleh penyelam Anatoly Beloshchin.

Pada saat itu tim penyelam Anatoly Beloshchin menemukan air tawar di dalam laut pada kedalaman 30 meter dan setelah melewati kedalaman 60 meter kondisi berubah menjadi air asin.

Di lokasi tersebut terdapat sebuah gua dan disanalah ditemukannya sungai yang lengkap dengan dedaunan yang mengapung. Air sungai tersebut berwarna kecoklatan, namun warna air yang kecoklatan itu bukan berasal dari air tawar, melainkan lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas hidrogen sulfida merupakan gas yang biasa di temui dari saluran pembuangan kotoran.

Penjelasan :
~ Sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya memanglah suatu keajaiban, namun kita sebagai manusia yang beragama harus mempercayai bahwa tidak ada yang tidak mungkin apabila semuanya terjadi atas kehendak-Nya.
~ Tempat kejadian ditemukan di goa Angelita (Cenote Angelita), Mexico