Kilatan cahaya bisa membuka pintu dunia lain

Seorang pakar fisika Rusia mengungkapkan sebuah teori perihal hilangnya sejumlah anak di sebuah taman main-main 10 tahun lalu di Kent, Inggris. Menurutnya, ada sebuah pintu ke dunia lain yang menarik anak-anak tersebut melalui kilatan cahaya dan anak-anak itu tidak mungkin akan kembali.

091203_cahaya.gif

Sebagaimana diberitakan Pravda.ru, Rabu (2/12) disebutkan oleh Dr Aleksey Basilevich, pakar fisika Rusia bahwa kita hidup di ruang 3 Dimensi di mana segala sesuatunya diukur oleh ketinggian, lebar dan panjang. Dan kita hanya mampu berpikir dengan kemampuan yang terbatas.

Satu dimensi merupakan garis lurus yang tiada akhir. Kita dengan mudahnya membayangkan dua dimensi berupa sub-ruang atau permukaan yang datar dan kita bisa melihat tiga dimensi umum di sekitar kita. Bahkan para akademis sains mengetahui bahwa ada lebih banyak dimensi lagi di luar sana.

Menurut mereka, ada sebuah teori yang cukup terkenal di dunia fisika kontemporer yang disebut “string theory”. Sulit untuk dipahami oleh orang awam, akan tetapi teori ini mengakui keberadaan dimensi lain.
“Bisa jadi ada 26 dimensi. Tapi mereka berlipat-lipat sehingga kita tidak bisa melihatnya. Kita hanya bisa merasakannya melalui pengalaman,” jelas Dr Aleksey. Ditambahkannya, jika dimensi ke-4 dan yang lainnya ada, maka kita akan dibawa ke dunia lain.

Pada tahun 1931, Charles Fort, peneliti Amerika memperkenalkan istilah ‘teleportation spaces’ atau ‘ruang teleportasi’. Menurutnya, di ruang inilah teleportasi tiba-tiba terjadi dan membuka ‘pintu’ menuju dunia lain. Menurut versi terkini, di sinilah tempatnya UFO, goblin, hantu, dan makhluk-makhluk gaib lainnya berada.

‘Pintu-pintu’ tersebut berparalel ke dunia lain yang bisa dibuka melalui cahaya karena cahaya memiliki energi besar. Irina Tsareva, anggota komite ‘Fenomena’ yang memelajari studi ini mengungkapkan sebuah pengalaman tiga temannya yang tiba-tiba mobil mereka disambar petir berupa kilatan cahaya di Saint Petersburg.

Namun, ketiga sadar temannya berada di sebuah rumah pedesaan yang belum pernah mereka lihat sebelumya di jalan itu. Mereka kemudian dijamu oleh seorang wanita tua dan mereka bermalam di rumah tersebut.

Keesokan harinya, mereka terjaga dan sadar bahwa mereka berbaring di rerumputan dan rumah yang mereka diami malam sebelumnya sama sekali tidak ada. Mereka hanya menemukan mobil mereka yang rusak teronggok di bawah sebuah pohon.

Para ilmuwan kini tengah meneliti teleportasi ini. Konstantin Leshan, editor sebuah jurnal sains tidak meragukan bahwa proses ini bisa jadi sangat berguna.

“Teleportasi memiliki kecepatan yang sangat tinggi. Ia akan merubah planet kita. Diharapkan, semakin banyak ilmuwan yang terlibat menelitinya, akan semakin cepat kita akan menemukan alat teleportasi itu. Biayanya mungkin sama besarnya dengan menciptakan poyek Mesin Kiamat Large Hadron Collider,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s